Peran media sosial dalam Dakwah

Seperti yang kita ketahui bersama , era ini adalah Era kebangkitan media sosial . Tidak hanya bagi dunia, di indonesia pun penggunaan media sosial sangatlah banyak, sebut saja facebook yang telah menembus 21,5 juta akun lebih dari indonesia (april 2010) ataupun twiter yabg jumlah pengguna terbesarnya adalah berasal dari indonesia, ya terhitung 5 april 2010 . Tercatat sekitar 25,5 juta akun fecebook yang berasal dari indonesia ! Angka yang luar biasa besar mengingat akhir tahun 2008 lalu angkanya masih bertengker di 1,5 juta akun dalam 15 bulan jumlah akun facebook di indonesia meningkat 14 kali lipat , selama rentang waktu itu , sedikitnya, lahir sejuta akun baru indonesia tiap bulan di facebook (sumber virtuallD)

Selain facebook , perkembangan twiter di indonesia juga tak kalah pesat , pada tahun 2009 indonesia menempati urutan ke 6 penggunaan twiter terbanyak di dunia , dengan total 2,41% sedangkan amerika menempati posisi nomer satu dengan total 50.88%

Dari berbagai fungsi yang dapat di manfaatkan dari media sosial , agaknya ini memancing beberapa tokoh besar ulama untuk menggunakan media sosial sebagai alat untuk berdakwah sebut saja ketua umum pengurus besar Nahdhotul Ulama (PBNU) KH.Said Aqil Siraj – akrab di sapa kang siroj , kemudian tak ketinggalan juga KH.Salahudin Wahid gus Sholah yang merupakan pengasuh pondok pesantren tebu ireng , jombang dan juga beberapa tokoh ulama lainnya.

Secara tidak langsung , dengan sangat moderen via media sosial , bukan hanya untuk dirinya sendiri , namun para petinggi dan tokoh tokoh yang berpengaruh tersebut juga memberikan ruh yang sesungguhnya bagi sebuah akun media sosial , yakni berupa sebuah interaksi dua arah. Beberapa dari akun twiter mereka pergunakan bukan hanya untuk menjalin silaturahmi dengan kerabat atau sanak saudara , namun benar benar di pergunakan sebagai sebuah media interaksi dua arah yang berkesinambungan dengan masyarakat . Tidak hanya saling sapa, bahkan beberapa tokoh menjawab pertanyaan seputar kajian fiqih dan agama melalui twiter . Ketua komisi dakwah dan perkembangan masyarakat Majlis Ulama Indonesia (MUI) KH.Cholil Nafis juga mengatakan , kedepannya pihaknya akan memperkuat dakwah melalui media sosial , dengan begitu , dakwah islam bisa mengikuti perkembangan zaman. “ke depan dalam dakwah kita sudah harus merambah media sosial agar tetap mengikuti perkembangan zaman saat ini ” ujar KH.Cholil saat menghadiri acara halaqoh nasional ‘Tantangan dakwah di era milenial’ di hotel acasia , jakarta , rabu (07/11)

Halaqoh yang di hadiri Ulama, dai, dan ormas islam ini di gelar agar Ulama dan Dai bisa terus berinovasi dalam berdakwah , khususnya di era millenial ini.

Sumber https://m.republika.co.id/amp/phv0m1384

Rintik hujan

Ku ingin menjadi hujan , dimana ia terjatuh untuk menyirami hamparan bumi yang kekeringan, mengisi sumur-sumur warga yang kian hari kian menyurut airnya, tpi apa daya! Hujan yang sangat banyak manfaatnya terkadang di cela oleh sebagian manusia, mungkin mereka sempit akan bersyukur nya hujan.